haram hilang seribu halal datang

Posted by Unknown Sabtu, 04 Maret 2006 0 komentar
Mushola kecil itu berdiri kokoh, sebuah istana raja bagi para sufi dan orang miskin, setidaknya mereka akan mendapat tempat berlindung dari terpaan angin malam, hujan dan dinginnya kabut pagi. tak terkecuali bagi mustofa, pemuda lajang nan alim itu pun selalu tak jauh dari mushola kecil itu.



matanya selalu merah dan basah, karena kurang tidur. dia lewatkan malam dan siang hanya untuk berdzikir, bermuhasabah, berdoa dan munajat. sampai pada suatu waktu dia merasa lapar selapar-laparnya. tak kuasa menahan lapar dia keluar dari musola untuk ke kebun mencari orang yang rela mendermakan sedikit dari makanannya. tak ada pohon yang berbuah, tak ada orang yang me-ladang. musim kemarau seakan telah membunuh aktifitas duniawi. terhuyung menahan sakitnya perut, meringis menahan lapar, menangis menahan betapa kering kerontangnya tenggorkan.

berjalan gontai menyusuri kampung yang memang bukan kampungnya, dia hanya tendampar dari satu kampung yang tak pernah dia ingat lagi, meninggalkan kegemilangan materialis demi kesucian hati, mencari hakekat demi ridho ilahi.

rasa lapar itu bagai dorongan jet tempur menyeruak ke ubun-ubun, membuat mata hati tertutup rapat, mencari jalan apapun agar sang perut senang. tak sadar tangan halus nan suci itu meraih tembok pagar rumah orang lain, merayap pelan memasuki rumah yang haram dia masuki tanpa seizin pemiliknya. pintu belakang rumah tak terkunci, selaksa memberi jalan, "masuklah ke perangkapku" bisik setan, pemuda itupun masuk, dilihatnya rumah itu kosong, tercium aroma pisang menyengat hidung "nikmat sekali kan pisang itu?" setanpun tak lelah menggoda.

perlahan tangannya merayap mengambil pisang. degup jantungnya seakan berdebar keras, belum sempat dia memasukan pisang itu ke mulutnya yang suci, teringat sang rosul, yang jauh lebih sulit hidup beliau dari padanya. teringat bahwa pisang ini haram baginya. ingat akan dosa, ingat akan adzab allah, ingat bahwa orang yang punya pisang itu belum tentu tidak lapar saat pulang ke rumahnya.

dia pun lari ke mushola, menangis sejadi-jadinya. mengadu kepada Allah, karena hanya Dialah yang maha perkasa, sang imam pun merasa iba. kalimat indah pelipur lara, satu kalimat dimana hanya dengan keyakinan yang mendalamlah dapat menjadi obat hati.

"tuhan itu maha kaya nak". tersentak pemuda itu, serasa tidak ada harganya seluruh yang ada di bumi ini dibandingkan dengan-Nya. lapar hanya perasaan duniawi, haus hanya karena kita tidak minum. "asalamu`alaikum" suara seorang laki-laki tua dari luar mengejutkan mereka yang sedang berbincang asik. "wa`alaikumsalam". jawab imam dan pemuda itu serentak menengok. "masuk pak mahdi, ayoo sini" kata sang imam sopan.

"pak kiayi, saya ini sudah tua renta, tak ada sanak famili disini, saya punya anak perempuan, ingin kiranya dia mempunyai jodoh yang soleh, sudah saya siapkan tempat untuk mereka". kata pak tua itu lirih.

"pak mahdi, didepan saya ini pemuda sholeh, penyabar dan taat beribadah, kalau pak mahdi setuju, mari kita nikahkan". jawab sang imam, pak mahdi tertegun, melihat penampilan sang pemuda itu. "jangan melihat emas sebelum kau sipuh pak mahdi" kata imam sambil senyum. pak mahdi tersenyum lebar. sementara pemuda terdiam seribu bahasa.

diajaknya mereka berdua ke rumah pak mahdi, seorang wanita sedang menunggu ayah tercintanya. terkejutlah pemuda itu melihat rumah yang akan dia masuki, tapi dia berusaha untuk tenang. dan menceritakannya pada waktu yang tepat. setelah akad nikah, pemuda itu menangis tak kuasa menahan sedih. sang imampun terkejut "kamu kenapa nak?" "aku merasa berdosa pak kiyai".jawabnya sambil terisak.

pak mahdi dan anaknya pun kaget, "kenapa?" tanya mereka serempak. pemuda itupun menceritakan dari awal sampai ahir. pak mahdi merasa sangat bangga pada menantunya, dengan penuh kasih sayang, sang istripun berkata, "kak, kau tinggalkan satu pisang haram, lalu Allah ganti dengan seisi rumah dan pemiliknya yang halal bagimu".

cairo 4 maret 2005
diceritakan sebelum tidur oleh Abdullah
ditulis oleh wasugi.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: haram hilang seribu halal datang
Ditulis oleh Unknown
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://cumafiksi.blogspot.com/2006/03/haram-hilang-seribu-halal-datang.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Cara Buat Email Di Google | Copyright of Cuma Fiksi.